Day: May 30, 2018

Hilangkan Nama GBK dari Istora: Pemerintah Setuju?

Fritz Simanjuntak, pengamat olahraga, menilai bahwa nama Gelora Bung Karno (GBK) tak seharusnya dihilangkan semerta-merta dari Istora karena nama tersebut memiliki sejarah yang panjang. Ia menyebutkan bahwa kompleks olahraga GBK yang mana dibuat untuk Asian Games 1962 tersebut merupakan kerja keras dari presiden pertama RI, Presiden Soekarno demi bisa menyatukan bangsa Indonesia.

Pantang Hapus Nama GBK

Menurutnya juga, nama Bung Karno yang membuat kompleks GBK yang ada di Senayan tersebut menjadi terkenal. Karena itu lah rasanya tidak etis apabila Istora namanya diganti menjadi Bibli Arena dan akhirnya menghilangkan nama GBK itu sendiri.

“Solusinya, ya nama baru itu digandengkan saja menjadi GBK Bibli. Jangan dihilangkan secara total. Nama GBK itu sendiri jauh lebih baik dan lebih penting karena sudah jadi merk dagang yang bisa menumbuhkan emosi penonton agen togel terpercaya terutama bulutangkis,” ujar Fritz dilansir dari CNN Indonesia.

Ia sendiri sayangnya enggan berbicara banyak masalah ini karena belum sepenuhnya mengetahui kesepakatan antara PPK GBK dan Bibli atau pemerintah pusat juga. Mantan pengurus dari PSSI tersebut hanya menyayangkan pernyataan Menpora, Imam Nahrawi, yang tak keberatan kalau nama GBK diganti menjadi Bibli Arena. Padahal, menurutnya, Imam sempat mengatakan bahwa ia dan pihaknya ingin menggelorakan semangat Bung Karno pada ajang Asian Games 2018 yang sempat terjadi di ajang Asian Games 1962 silam.

Miliki Sejarah yang Panjang

“Saya heran saja pemerintah malahan setuju menujual nama GBK yang mana memiliki nilai sejarah yang sangat luar biasa. Ada baiknya kalau Bibli diberi tanah yang ada di sekitar Senayan, di luar GBK untuk membangun arena olahraga yang baru saja. Masih banyak lahan kosong di sekitar Senayan,” imbuhnya menjelaskan lebih lanjut.

Di matanya, mengganti sejarah yang panjang tak bisa dibayar dengan ‘harga murah’. bibli pun dianggap telah mendapatkan keuntungan dengan mengklaim sepihak penamaan dari Istora menjadi Bibli Arena. Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPK GBK) padahal yang menjadi pengelola menegaskan sekali lagi bahwa belum ada kesepakatan yang pasti dengan Bibli.

“Mestinya nilai nama GBK itu sendiri amat mahal, ya. Bisa triliunan, karena meliputi sejarah, nilai ekonomi, dan juga nilai emosional masyarakat terutama para pecinta olahraga. Dan kalau Bibli berani membayar paling tidak Rp. 5 Triliun, maka boleh lah mengganti nama GBK,” ujarnya lagi.

Menpora Minta Nama Istora Tetap dipakai

Sementara itu, Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga RI, tak mempermasalahkan adanya perubahan nama Istora Senayan selama ada nama ‘Istora’ di sana. Istora Senayang sendiri diklaim akan diganti namanya menjadi Bibli Arena.

Untuk perubahan nama Istora Senayan sendiri akan dilakukan menjelang turnamen bulutangkis Indonesa Terbuka 2018 pada bulan Juli mendatang. Rencana perubahan nama ini juga tak luput dari kritikan berbagai pihak. kritikan tersebut tak jauh beda dengan apa yang telaj disampaikan oleh Fritz karena Istora Senayan, sama seperti GBK, merupakan salah satu stadion olahraga yang sangat legendaris di Indonesia.

Imam sendiri mengaku bahwa tak masalah dengan perubahan nama Istora Senayan karena uang pemasukan yang didapat dari sponsor dapat digunakan untuk menjaga pemeliharaan Istora Senayan setelah direnovasi untuk Asian Games 2018. Namun untuk masalah GBK, Imam mengaku tak ada kaitannya dengan mereka. keputusan soal Istora Senayan ini murni PPK GBK sendiri dan itu berbeda.