Day: May 10, 2019

Jam Kerja PNS diperpendek Selama Bulan Ramadhan

Deskripsi singkat: Terkait dengan datangnya bulan Ramadhan 1440H, PNS akan mengalami pemangkasan jam kerja.

Jam Kerja PNS diperpendek Selama Bulan Ramadhan

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Syafrudin, mengeluarkan Surat Edaran (SE) dengan Nomor 394 Tahun 2019 soal Penetapan Jam Kerja Bulan Ramadhan 1440 H. Di dalam aturan itu, jam kerja PNS (Pegawai Negeri Sipil) akan dikurangi.

Jam Kerja PNS dipangkas

Dikutip dari CNN Indonesia, Senin (29/4), pengurangan jam kerja PNS tersebut dilakukan dalam merangkan efektivitas pelaksanaan kinerja PNS. Di dalam SE (Surat Edaran) tersebut, untuk instansi pemerintah yang memberlakukan 5 hari kerja, jam kerja dari hari Senin sampai Jumat mulai jam 08.00-15.00 dengan waktu istirahatnya 12.00-12.30.

Sementara, untuk instansi Pemerintah yang memberlakukan 6 hari kerja, jam kerjanya dari Senin-Kamis dan Sabtu jam kerjanya dari jam 08.00-14.00. waktu istirahatnya adalah jam 12.00-12.30. sementara itu, untuk hari Jumat, jam kerja berlaku dari jam 08.00 sampai 14.30 dengan waktu istirahat jam 11.30-12.30.

Dalam surat edaran ini terlihat bahwa jumlah jam kerja efektif untuk Instansi Pemerintah Pusat dan Daerah togel maldives yang mana melaksanakan 5 hari kerja atau 6 hari kerja selama bulan Ramadhan minimal 32,5 jam per minggunya. Di luar Ramadhan, sesuai dengan aturan yang sudah ada PNS bekerja efektif selama 37,5 jam per minggunya. Waktu kerja PNS di luar bulan Ramadhan biasanya mulai jam 07.00 dan berakhir jam 15.30.

“Ketentuan pelaksanaan lebih lanjut mengenai jam kerja di bulan Ramadhan itu diatur oleh Pimpinan Instansi Pemerintah Pusat dan Daerah masing-masing dengan menyesuaikan situasi dan kondisi setempat,” kata SE Menteri PAN-RB yang sudah tertulis.

Surat Edaran Menteri PAN-RB tersebut pasalnya ditujukan pada Menteri Kabinet Kerja, Kepala Badan Intelijen Negara, Sekretaris Kabinet, Jaksa Agung Republik Indonesia, dan juga Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Tidak hanya itu, SE itu juga ditujukan kepada Bupati/Wali kota, Gubernur, Lembaga Penyiaran public, Pimpinan Kesekretariatan Lembaga NonStruktural, Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Negara, Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian, dan juga Panglima TNI.

Ramadhan 2019

Terkait dengan Ramadhan 2019, Kementerian Agama (Kemenag) bakal menggelar sidang isbat guna menetapkan awal Ramadhan 1440 Hijriah. “Isbat awal Ramadhan sendiri dilaksanakan tanggal 5 Mei, bertepatan dengan 29 Sya’ban 1440 H,” ungkap Dirjen Bimas Islam Muhammadiyan Amin di dalam keterangan resminya dikutip dari CNN Indonesia.

Amin juga mengatakan bahwa seperti yang dilakukan di tahun-tahun yang sebelumnya, sidang isbat tersebut digelar berdasarkan pantauan hilal dan juga bulan sabit pertama di sebanyak 34 provinsi Indonesia. Ia menambahkan, proses sidang isbatnya akan dimulai jam 16.00 WIB, yang diawali dengan pemaparan Tim Hisab dan Rukyat Kemenag soal posisi hilal jelang awal Ramadhan 1440H. Puncak sidang isbat yaitu penetapan awal Ramadhan akan digelar setelah sholat maghrib  setelah laporan hasil rukyatul hilal dari tiap-tiap lokasi pemantauan tiba.

Ia juga menyatakan bahwa sidang isbat yang digelar di Kantor Kemenag yang berlokasi di Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat tersebut bakal mengundang duta-duta besar negara-negara sahabat, juga Badan Meteorologi, Klimalotologi dan Geofisika (BMKG), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Mahkamah Agung (MA).

Lalu ada juga Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Pakar Falak dari ormas-ormas Islam, Bosscha Institut  Teknologi Bandung (ITB) dan Badan Informasi Geospasial (BIG).

“Sidang isbat adalah wujud kebersamaan Kementerian Agama selaku pemerintah dengan ormas Islam dan instansi terkait dalam mengambil keputusan yang hasilnya diharapkan dapat dilaksanakan Bersama,” pungkas Amin.