Day: May 13, 2019

Disney+ Tak Akan Suguhkan Konten Rasialisme

Deskripsi singkat: Disney+ yang akan diluncurkan 12 November 2019 mendatang akan menghapus konten rasialisme.

Disney+ Tak Akan Suguhkan Konten Rasialisme

Kabar datang dari Disney yang sudah mendeklarasikan komitemen mereka untuk menghapus adegan yang berbau rasial dari beberapa film sebelum dirilis melalui layanan streaming terbaru mereka, Disney+. Keputusan tersebut adalah kelanjutan dari kebijakan Disney untuk memotong beberapa meteri yang mana dianggap sudah ketinggalan jaman.

Tak Akan Suguhkan Konten Rasial

Dilansir dari CNN Indonesia, adegan di dalam film animasi Dumbo jadi salah satu yang kena potong itu. Di film tersebut ada adegan yang mana menampilkan buruk gagak bernama Jim Crow. Nama Jim Crow ini sendiri diambil dari sosok Blackface yang mana adalah Teknik rias pada pemain teater berkulit putih guna merepresentasikan orang-orang kulit hitam.

Dikutip dari CNN Indonesia juga, film animasi Song of the South pun tak akan dirilis melalui Disney+. Sebelumnya, film yang dirilis di tahun 1946 tersebut dihujat dan menuai banyak kontroversi karena menampilkan stereotip pada suatu ras.

Disney+ juga sudah menjadi rencana besar Disney sendiri sejak beberapa tahun yang lalu. Dua minggu lalu mereka juga mengumumkan Disney+ akan dirilis di Amerika Serikat pada tanggal 12 November 2019 mendatang. Layanan streaming tersebut bakal menyajikan berbagai macam serial dan film yang ada di bawah naungan The Walt Disney Company. Totalnya ada 25 serial, 10 film serta masih ada beberapa film documenter yang dijadwalkan akan dirilis di tahun pertama Disney+ ini.

Beberapa di antaranya adalah keluaran baru misalnya serial lepas dari Star Wars, serial documenter The World According to Jeff Goldblum dan juga The Mandalorian.

Disney+ Siap Saingi Netflix

Disney sendiri kabarnya mematok harga US$ 6,99 per bulannya atau bisa disetarakan dengan harga Rp. 98 ribu untuk yang ingin berlangganan Disney+ ini. Layanan streaming ini bakal menjadi competitor beberapa layanan streaming lainnya, salah satunya Netflix.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, layanan streaming seperti Netflix siap-siap akan mempunyai saingan sehingga para penikmat layanan streaming juga pasti akan memilah dan memilih yang mana yang akan mereka datangi. Disney+ sudah dipastikan akan meluncur pada tanggal 12 November 2019. Layanan ini tersedia di aplikasi iOS dan Android, dan diakses lewat smart TV, browser web di HP, dan di tablet atau di konsol game juga.

Harga berlangganan yang dipatok sebesar US $6,99 atau setara dengan Rp. 98 ribu ini memang sedikit lebih murah jika dibandingkan dengan langganan Netflix yang mencapai Rp. 109.000 di Indonesia untuk paket dasar dan yang paling murah Rp. 169.000 untuk paket yang premium.

Selaku pimpinan unit direct to consumer Disney, Kevin Mayer, ia menjelaskan bahwa Disney+ juga telah menjalin kesepakatan dengan Sony dan Roku untuk ketersediaan di platform mereka masing-masing. Untuk layanannya sendiri, antarmuka Disney+ ini sendiri sekilas memang mirip dengan Netflix. Penggunanya juga akan disambut dengan barisan konten yang mana direkomendasikan. Film dan serial TV terbaru terbagi juga ke dalam beberapa kategori.

Namun tak seperti Netflix, ada 5 kotak pada bagian atas halaman depan, yang bakal membawa penggunanya menikmati konten dari Disney yang lainnya seperti misalnya Marvel, Pixar, Star Wars, National Geographic dan tentu saja dari Disney sendiri.

Pelanggan juga bisa membuat profil personal untuk memilih apa saja konten yang menarik untuk dirinya. Tidak hanya itu, ada parental control yang bakal diterapkan otomatis untuk profil anak.