BUMN Logistik Investasikan Rp. 270 Miliar di Ibu Kota Baru Indonesia

Direktur Utama PT Bhandra Ghara Reksa (Persero) Tbk atau BGR Logistic, M Kuncoro Wibowo, mengaku bahwa perusahaannya berinvestasi sebanyak Rp. 270 miliar di ibu kota baru yang terletak di Kalimantan Timur. Dana itu, menurutnya, digunakan untuk menambah armada truk yang akan mengangkut barang ke ibu kota baru Indonesia itu.

BGR Logistic Berinvestasi Rp. 270 Miliar

Perusahaan ini sendiri mengklaim bahwa sudah mempunyai kantor di kawasan Kalimantan, yang bakal mempermudah operasional perusahaan dalam pengiriman barang ke ibu kota baru tersebut. “Tahun ini kami investasi banyak untuk perlengkapan logistic. Kami persiapkan pembelian armada cukup besar. Kami juga akan bangun cold storage,” kata Kuncoro dilansir dari CNN Indonesia.

BGR Logistic adalah perusahaan logistic BUMN. Perusahaan itu menargetkan bisa merup pendapatan sebesar Rp. 1,7 Triliun pada tahun 2020 nanti. Optimisme tersebut pasalnya dibarengi dengan upaya diversikasi bisnis perusahaan. Salah satunya mengembangkan bisnis digital yang berupa BGR Access.

Perusahaan menerima barang bekas elektronik yang sudah tidak bisa dipakai karena rusak untuk kemudian ditukar dengan uang tunai. “Harganya nanti bergantung dengan pasar saja. Ada di aplikasi,” ungkapnya lagi.

Di sini perusahaan pun memiliki beberapa buah mitra dalam mengumpulkan barang bekas. Mereka misalnya pengepul barang bekas dan ibu-ibu rumah tangga. “Kami tak bersaing dengan pengepul. Kami ganti dari gerobak jadi Grab. Jadi tak akan ambil tiap harinya, bergantung ada seberapa banyak,” imbuhnya lagi.

Perusahaan pun masuk dalam bisnis pengolahan limbah dengan perannya sebagai pihak pengangkut. Kuncoro pun berkata bahwa perusahaan akan mengangkut limbah elektronik dari rumah tangga, juga pengepul dan juga perusahaan yang mana mengolah limbah itu. “Kami mengambil peran sebagai pengangkut, di mana kami mengambil barang-barangnya. Kami jemput,” jelasnya.

Kuncoro juga menjelaskan bahwa bisnis logistic tahun ini terbilang cukup berat karena pesta pemilu dan juga libur panjang. Jadi, akibatnya adalah pendapatan perusahaan tahun ini diperkirakan hanya Rp. 1 Triliun saja atau bisa dikatakan meleset jauh dari target awal di tahun 2019 awal yaitu Rp. 1,6 Triliun.

“Pendapatan 2019 bisa dikatakan tak terlalu bagus. Targetnya Rp. 1,6 Triliun tapi sampai sekarang belum sampai,” katanya lagi.

Tak Cuma belum bisa mencapai target, pendapatan perusahaan tahun ini pun diprediksi turun dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp. 1,21 Triliun. Apabila pendapatan perusahaan terjun bebas, Kuncoro mengatakan bahwa laba perusahaan pun akan ikut berpengaruh.

“Yang jelas kami diminta labanya Rp. 80 miliar, tapi itu tak bisa terealisasikan,” tukasnya.

Ibu Kota Baru Hanya 30 Menit dari Balikpapan

Presiden Jokowi akhirnya memastikan bahwa kawasan Ibu Kota baru Indonesia yang terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara dan juga Kabupaten Kutai Kertanegara akan sangat mudah diakses dari salah satu kota utama di Kalimantan Timur, yakni Balikpapan.

Estimasinya adalah kawasan ibu kota baru ini bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi dengan durasi perjalanan kira-kira 30 menit dari pusat kota Balikpapan. Lalu kawasan ibu kota baru Cuma berjarak setidaknya 20 menit dari pelabuhan yang direncanakan bakal dibangun di kawasan Teluk Balikpapan.

Sekarang ini pengembangan jalan tol Balikpapan-Samarinda yang jadi salah satu akses masuk ke ibu kota baru memang sedang dikerjakan. Pemerintah sendiri sudah berhasil merampungkan pembangunan 3 dari 5 seksi jalan tol yang dijadwalkan rampung semua pada April 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *