Kasus Jiwasraya: Jaksa Agung Benarkan Ada Tersangka Baru Lagi

Kasus Jiwasraya masih terus bergulir. Jaksa Agung ST Burhanuddin memastikan bahwa pihaknya akan kembali lagi menetaokan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi perusahaan asuransi plat merah itu. “Ada, ada,” jawabnya dilansir dari CNN Indonesia ketika ditanyai soal kemungkinan tersangka baru kasus tersebut di Gedung Bundar, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Jakarta, Rabu (12/2) kemarin.

Jaksa Agung Beberkan Ada Tersangka Baru

Sejauh ini, sesuai keterangannya, kejaksaan masih sedang mendalami tindak pidana yang mana dilakukan masing-masing tersangka. Beberapa di antaranya juga sudah diduga ikut melakukan tidak pidana pencucian uang (TPPU). Namun demikian, ia belum mau menuturkan kapan kejaksaan bakal merampungkan penetapan tersangka baru tersebut.

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus , Febrie Adriansyah, yang ditemui terpisah mengatakan pihaknya saat ini sedang fokus dalam proses pemberkasan tersangka. Dan di saat yang sama juga masih ada pemeriksaan sejumlah transaksi yang terkait dengan kasus ini. “Ini kan tetap penyelesaian pemberkasan yang kita tahan enam orang, dengan target dua bulan. Akan tetapi transaksi banyak terkait dengan teman-teman auditor,” ungkap Febrie yang menjawab pertanyaan awak media tentang target pemeriksaan tersebut di Kejaksaan Agung, Selasa (11/2).

Nantinya, pelimpahan berkas kasus ini akan bersamaan dengan perampungan pemeriksaan kerugian negara yang mana dilakukan oleh BPK (Badan Pemeriksaan Keuangan). “BPK (juga) sedang lakukan perhitungan kerugian keuangan negara,” imbuhnya lagi.

Pemeriksaan Tersangka

Untuk pertama kalinya, Kejaksaan Agung memeriksa tersangka kasus Jiwasraya, Hendrisman Rahim, tepatnya di Gedung Bundar, Rabu (12/2). “Hendrisman (diperiksa), masih tentang bagaimana peran dia sendiri (dalam perkara Jiwasraya), kemudian keterkaitannya dengan barang-barang yang sudah kami lakukan penyitaan,” ungkap Febrie.

Sebagai informasi,saat ini kejaksaan sudah melakukan pemeriksaan pada lebih dari 140 saksi terkait kasus itu. Selain itu, lebih dari 15 tempat telah digeledah dan beberapa barang disita, seperti misalnya sepeda motor, mobil mewah, apartemen dan juga beberapa sertifikat tanah juga sudah diblokir. Sampai dengan saat ini Korps Adhyaksa telah menetapkan 6 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Jiwasraya ini. Lima orang di antara tersangka itu sudah diperpanjang masa penahanannya sampai indotogel dengan 40 hari ke depan.

Mereka adalah Hary Prasetyo, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya, dan Hendrisman Rahim, Syahmirwan, mantan Kepala Investasi dan Divisi Keuangan Jiwasraya. Sementara itu, 2 tersangka yang lainnya yang berasal dari pihak swasta yaitu Benny Tjokrosaputro (Komisaris PT Hanson Tradisional), dan juga Heru Hidayat (Komisaris PT Trada Alam Minera). Dan terakhir adalah Direktur PT Maxima Integra, JOko Hartono, yang ditetapkan oleh Kejagung sebagai tersangka.

Di saat yang bersamaan, Komisi III DPR membentuk panitia kerja atau panja penegakan hukum yang terkait dengan skandal di PT Asuransi Jiwasraya. Panja kemudian menjadwalkan pemanggilan pada jajaran Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung hari ini, Kamis (13/2).

Febrie sendiri mengatakan bahwa pihaknya bakal memenuhi panggilan tersebut dan sudah mempersiapkan jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dewan. “Pertanyaan telah disampaikan dan kami sudah persiapkan jawabannya,” katanya dengan yakin/

Walau demikian, tetap Febrie menyebutkan bahwa pihaknya tak akan menghadirkan tersangka-tersangka yang sudah ditetapkan di Panja. “(Tersangka) tak dihadirkan. Itu kan urusan antar-penyidik saja,” tukasnya.

Saat ini masyarakat masih menunggu babak baru dugaan kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya yang ternyata masih banyak pihak yang terlibat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *