Google Berikan Peringatan Untuk Pengguna Ponsel Huawei

Google pasalnya memperingatkan para pengguna Huawei P40 dan juga P40 Pro tentang bahaya apabila mereka tak mengunduh aplikasi Google dari Play Store. Google pasalnya tidak bisa menjamin aplikasi yang diunduhnya akan bekerja dengan baik dan tentang keamanan data pengguna apabila mereka menginstal aplikasi tersebut dari perangkat lainnya (sideloaded).

Peringatkan Bahaya Unduh Aplikasi Google dari Play Store

Sideloaded merupakan cara menginstall aplikasi totobet lewat transfer antar dua penyimpanan lokal, bisa jadi transfer antar ponsel, maupun dari PC ke ponsel. Namun Google tidak menjamin soal adanya penyusupan malware dan juga tentang keamanan data penggunanya apabila mereka menggunakan aplikasi Google dengan cara ini.

Sebelumnya, pengguna-pengguna tetap nekat membeli perangkat Huawei dikarenakan mereka bisa menyiasati ketidakadaan Google Play Store dan juga aplikasi-aplikasi Google dengan sideloading tersebut. Lantas Google memberikan pernyataan soal hal itu di situsnya. Hal ini pasalnya dilakukan karena Huawei sudah masuk perusahaan yang ada di daftar hitam perusahaan AS, semua perangkat bermerk Huawei  tidak bisa menggunakan teknologi dari Amerika Serikat/

“Karena batasan pemerintah, perangkat baru Huawei yang mana meluncur setelah bulan Mei 2019 tak bisa menggunakan proses keamanan Google. “ begitu lah tulis Ostrowski.

Ia melanjutkan, “Sehinggam perangkat (Huawei) dianggap tidak tersertifikasi dan tak bisa menggunakan aplikasi dan juga layanan Google.”

Sebelumnya, memang Huawei P30 meluncur tanpa adanya Google Play Store di dalamnya. Pihak Huawei sendiri menyebutkan bahwa mereka menyediakan toko aplikasi sendiri untuk pengguna-penggunanya, App Gallery. Akan tetapi, toko aplikasi ini belum lah memiliki beberapa aplikasi yang populer seperti sekarang ini misalnya Facebook dan Instagram serta yang lainnya, dilansir dari CNN Indonesia.

Google pasalnya berusaha menghindari masalah politik saat mereka menerbitkan tulisan ini pada situsnya. Ostrowski pun mengakhiri pernyataan tertulisnya dengan menekan cara untuk mengecek apa perangkat ponsel pengguna yang dilindungi oleh Google Play Protect. “Untuk mengecek apakah perangkat Anda tersertifikasi, buka Google Play Store di ponsel, sentuh menu, cari settings, dan akan terlihat sertifikasi perlindungan Play Protect (atau tidak),” tukasnya.

Ponsel China Bersatu Padu Lawan Google Play Store

Tak Cuma Huawei saja yang Nampak ‘membangkang’ pada Google Play Store, tapi Oppo, Vivo dan Xiaomi pun dikabarkan bekerja sama untuk membuat satu platform baru melawan Play Store, toko aplikasi yang dimiliki oleh Google. Tujuan dari pengembangan ini untuk bisa menentang dominasi dari Google Play Store.

Keempat perusahaan gawai itu mengembangkan platform baru bersama-sama di bawah GDSA (Global Developer Service Alliance) yang dapat diakses oleh sejumlah ponsel China yang lainnya. Platform baru ini direncanakan dapat beroperasi di 9 negara, mulai dari Rusia, India, Malaysia, dan termasuk juga Indonelsia, begitu lah kabar yang dilansir dari CNN Indonesia.

Namun memang sampai dengan saat ini belum ada kepastian kapan system tersebut dapat digunakan, akan tetapi beredar kabar bahwa paling cepat sistemnya akan meluncur pada bulan Maret 2020 ini jika tak ada bayang-bayang virus corona.

Dengan demikian, platform baru bakal memudahkan pengembang untuk bisa mengembangkan aplikasinya dan mengurangi ketergantungan dengan Google Play Store di ponsel Android. Selama ini, toko aplikasi dianggap menguntungkan perusahaan ponsel China.

Analis Sensor Tower meyatakan bahwa Google secara global mampu meraup kira-kira pendapatan US$ 8,8 miliar sepanjang tahun 2019 dari toko aplikasinya, Play Store.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *