Atletico vs Liverpool dituding Biang Keladi Penyebaran COVID-19

Laga antara Atletico vs Liverpool di leg kedua dari babak 16 besar Liga Champions disebut-sebut oleh Wali Kota Madrid, Jose Luis Martinez-Almeida, sebagai salah satu dari biang keladi penyebaran virus corona di Inggris. Almeida pasalnya menyesalkan bahwa pihak Inggris, terutama Liverpool, memberikan izin kurang lebih 3000 pendukung Atletico untuk datang ke kota itu pada Maret kemarin.

Walkot Madrid Sesalkan Keputusan Liverpool dan Inggris

Padahal, satu hari sebelumnya Liga Spanyol telah memastikan semua pertandingan pada kompetisi tersebut dijalankan dengan tertutup, tanpa adanya penonton satu pun. “Tidak masuk akal bahwa 3.000 fans Atletico Madrid boleh mendatangi (Stadion) Anfield saat itu juga. Itu adalah sebuah kesalahan. Apabila melihat ke belakang, tentunya seharusnya ada sebuah peringatan (agar Atletico tak diizinkan ke Liverpool),” ungkap Almeida dilansir dari CNN Indonesia.

“Sejak hari itu sebelum pertandingan (Liverpool vs Atletico) pemerintah Spanyol dan juga dewan kota Madrid telah menerapkan kebijakan untuk mengurangi mengundang massa secara besar-besaran,” katanya lagi.

Kemudian Matthew Ashton, Direktur Kesehatan Publik Kota Liverpool, awal bulan lalu menilai bahwa peningkatan besar jumlah kasus terinfeksinya virus corona di kota tersebut kemungkinan besar karena keputusan membiarkan adanya pertandingan togel sgp itu. Tercatat Cuma ada 14 orang yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona pada tanggal 20 Maret 2020 setelah pertandingan dilangsungkan. Akan tetapi, angkanya kemudian melonjak sampai dengan 309 kasus kurang dari 2 pekan kemudian.

Pandangan Pihak Lain

Kemudian pandangan juga dilontarkan dari Gary Lineker, mantan pelatih Tottenham Hotspur. Ia juga menjadi salah satu pengamat yang mana mempertanyakan keputusan pihak Liverpool yang mengizinkan 3000 orang supporter dari Madrid menuju ke kota itu dan masuk ke stadion. Padalah, menurutnya, Madrid termasuk salah satu kota yang paling parah mengalami dampak penyebaran COVID-19 ini.

“Itu bukan lah keputusan yang benar untuk menggelar pertandingan itu (dengan penonton). Orang tidak akan membuat keputusan buruk dengan disengaja. Mungkin keseriusan situasi saat ini belum bisa dipahami oleh pemerintah dengan baik,” ungkapnya dikutip dari CNN Indonesia.

“Walau sebenarnya kita tak pernah tahu laga itu (dengan penonton) bisa mempengaruhi kebangkitan Liverpool,” imbuhnya.

The Reds sendiri pasalnya tersingkir dari ajang Liga Champions setelah mengalami kekalahan 2-3 dari tim tamu di leg kedua yang bertempat di Stadion Anfield. Skuat yang dibimbing oleh Jurgen Klopp ini kalah agregat dari Los Rojiblancos dengan skor 2-4.

Sang pelatih Atletico Madrid Diego Simone, menyamakan kipper Jan Oblak dengan Messi, Sang bintang Barcelona setelah mereka mengalahkan Liverpool dengan skor 3-2 di leg kedua 16 Besar Liga Champions tanggal 11 Maret 2020 kemarin.

Oblak memang jadi salah satu bintang Liverpool yang menjadi penentu kemenangan Atletico atas skuat arahan Jurgen Klopp itu. Kiper yang berasal dari Slovenia tersebut melakukan Sembilan kali penyelamatan penting walaupun Atletico kebobolan sebanyak 2 gol.

Someone mengggap bahwa Oblak sama dengan Messi di Barcelona. Oblak dianggapnya berpengaruh penting bagaikan Messi di Barcelona. Pelatih yang berasal dari Argentina itu beranggapan bahwa Oblak adalah kipper tebaik sedunia. “Oblak sama pentingnya dengan pemain main, (Stefan) Savic, (Renan) Lodi, Joao Felix. Tapi saya tidak punya keraguan kalau kami memiliki kipper terbaik di dunia,” ungkapnya percaya diri.

“Sama seperti Messi menentukan pertandingan di lini depan, Oblak melakukannya di lini pertahanan,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *