MotoGP

Kontrak di Ducati Masih Belum Jelas, Jorge Lorenzo Pindah ke Suzuki?

Sejak diboyong Ducati dari Yamaha pada musim MotoGP 2017, penampilan Jorge Lorenzo memang tampak sangat menyedihkan. Pria kelahiran Spanyol berusia 30 tahun itu  tampil jauh di luar ekspektasi Ducati yakni cuma mampu tiga kali naik podium dan berakhir di posisi ketujuh klasemen bandar togel hongkong akhir pebalap musim 2017. Bahkan Lorenzo sang juara dunia MotoGP lima kali itu ada di bawah posisi Johann Zarco yang merupakan rookie tim Tech3.

 

Rumor pun mulai berhembus bahwa Ducati mulai merevisi gaji Lorenzo dan masih pikir-pikir untuk memperpanjang kontraknya. Hal ini seolah benar karena Ducati sudah memulai negosiasi kontrak baru untuk Andrea Dovizioso, sementara Lorenzo belum. Padahal kontrak mereka berdua akan habis di Ducati pada 2018 ini. Yang terungkap hanyalah Dovizioso akan mendapatkan kenaikan gaji sementara Lorenzo dipotong. Sekedar informasi, saat ini Dovizioso dibayar kurang dari EUR 2 juta pertahun sementara Lorenzo mencapai EUR 12 juta pertahun.

 

Tim yang kabarnya begitu berminat atas Lorenzo adalah Suzuki karena pabrikan Jepang itu ingin memasangkannya dengan Alex Rins yang dipastikan akan diperpanjang kontraknya. Semua ini dilakukan karena Suzuki sudah kecewa berat dengan Andrea Iannone yang mereka gaet dari Ducati tahun 2017. Tercatat jika Iannone cuma mampu berakhir di posisi ke-13 klasemen akhir pebalap tahun lalu dan tak pernah sekalipun naik podium.

 

Alasan lain kenapa Suzuki begitu mendamba Lorenzo adalah karena gaya membalapnya dinilai cocok dengan motor GSX-RR. Autosport melansir bahwa Lorenzo kini punya kesempatan membuktikan diri ke Ducati lewat tiga GP selanjutnya. Hanya saja jika Suzuki memang ingin memboyong Lorenzo, tentu harus mempersiapkan budget tak sedikit. Dengan kondisi Suzuki tak punya pilihan lain, sepertinya semua masih mungkin terjadi.

 

Ada Perang Dingin Antara Lorenzo dan Dovizioso

 

Dikenal sebagai rekan satu tim, kabarnya hubungan antara Lorenzo dan Dovizioso di luar trek balapan tampak kurang baik. Bahkan jelang MotoGP Argentina pada Senin (9/4) kemarin, Lorenzo menuding jika Dovizioso mencoba melemahkan moralnya. Semua bermula saat pebalap Italia itu melontarkan pendapat bahwa dia tak terkejut jika Lorenzo meninggalkan Ducati di masa depan.

 

“Dovi sungguh cerdik, benar bukan? Dia pada dasarnya tahu segalanya. Dia selalu –di sepanjang karierku-, mencoba meruntuhkan moralku dan dia masih melakukan itu sebagai rekan setimku. Itu bukan hal baru bagiku. Dia selalu melakukannya. Pada dasarnya dia orang yang pendiam. Kami saling menghormati dan segalanya baik-baik saja. Kami di sini untuk memenangi balapan dan kejuaraan. Pertemanan ada di tempat lain, bukan di paddock,” ungkap Lorenzo geram.

 

Lorenzo Pilih Koreksi Performa

 

Memulai MotoGP 2018 dengan suram karena gagal finish di sirkuit Losail, Qatar, Lorenzo memang sedang fokus memperbaiki penampilannya di trek balap. Sekedar informasi, Lorenzo saat itu sengaja menjatuhkan diri di Losail karena ada masalah pada rem motornya. Seolah belum bangkit, Lorenzo kembali bermuram durja di GP Argentina awal April ini.

 

Karena ingin lebih baik inilah akhirnya membuat Lorenzo tak punya waktu untuk memikirkan kontrak barunya. Hal ini dibenarkan oleh Davide Tardozzi selaku manajer tim Ducati. Tardozzi mengungkapkan bahwa proses perpanjangan kontrak Lorenzo di Ducati tertunda karena pilihan Lorenzo sendiri. “Karena Lorenzo memang belum mau melakukannya, dia mau lebih fokus meraih hasil bagus sebagaimana kami menginginkan dia juga seperti itu. Bagaimanapun, kami gembira dengan kedua pebalap kami.”