Kembali ke Bollywood, Priyanka Chopra Main Bareng Salman Khan

Debut di tahun 2002, Priyanka Chopra adalah satu aktris Bollywood yang popularitasnya cukup mendunia. Di usianya yang menginjak 35 tahun, Chopra sudah memenuhi impian para seniman yakni berkiprah di ranah Hollywood. Namun tampaknya Miss World 2000 ini ingin memenuhi keinginan penggemarnya togel online untuk kembali bermain film India. Tak main-main, ini adalah proyek Bollywood pertama Chopra semenjak sibuk berkarier di Amerika Serikat pada 2015 lalu.

 

Untuk ajang comebacknya di industri film India, Chopra sudah setuju tampil di film BHARAT dan beradu akting dengan aktor tampan Salman Khan. Dilansir Bollywood Life, BHARAT akan jadi ajang reuni Chopra dan Salman setelah keduanya dipasangkan dalam film SALAAM-E-ISHQ pada tahun 2007 atau sekitar 11 tahun silam. Diarahkan oleh Ali Abbas Zafar, BHARAT adalah kolaborasi ketika Salman dan Zafar.

 

Bukan hanya jadi film comeback Chopra saja, BHARAT juga menjadi penanda kembalinya Salman ke dunia film Bollywood. Sekedar informasi, Salman baru saja dibebaskan dari penjara setelah terlibat dalam kasus perburuan binatang liar Antelop beberapa waktu lalu. Yang menarik, BHARAT rupanya adalah remake dari film asal Korea Selatan berjudul AN ODE TO MY FATHER (2014). Jika sesuai dengan rencana, BHARAT akan dirilis pada tahun 2019 mendatang dan saat ini tengah memulai proses syuting.

 

Priyanka Laris Manis di Hollywood

 

Perjalanan karier Chopra sebagai aktris memang luar biasa tak hanya di India tapi juga sampai menarik perhatian sineas global. Di tahun 2015, Chopra mengikat kontrak dengan ABC Studios yang membuatnya debut di serial TV Amerika bergenre thriller berjudul Quantico sebagai Alex Parrish. Perannya sebagai Parrish membuat Chopra disorot media Hollywood dan bahkan meraih beberapa penghargaan.

 

Sempat kembali membintangi film India lewat BAJIRAO MASTANI (2015), Chopra pun debut dalam film Hollywood, BAYWATCH di tahun 2017. Berperan sebagai sosok antagonis Victoria Leeds, Chopra beradu akting dengan salah satu aktor komedi laga favorit, Dwayne Johnson dan aktor jebolan Disney, Zac Efron. Penampilannya di BAYWATCH pun dipuji dan membuat Chopra mendapat tawaran lain. Sebelum main comeback Bollywood lewat BHARAT, Chopra baru saja menyelesaikan syuting film A KID LIKE JAKE dan film komedi romantis ISN’T IT ROMANTIC? bersama Liam Hemsworth, Rebel Wilson dan Adam DeVine.

 

Bukan hanya sebagai aktris, bakat Chopra sebagai penyanyi juga sangat diperhitungkan. Bahkan pada Agustus 2011, Universal Music Group mengajak Chopra bekerjasama dengan DesiHits untuk proyek go internasional. Setahun kemudian, Chopra menjadi artis India pertama yang dikontrak agen musik Creative Artist Agency dan merilis lagu In My City yang sukses berat dan diganjar banyak penghargaan. Bahkan musisi The Chainsmokers mengajak Chopra terlibat di lagu Erase.

 

Usai Salman, Priyanka Main Dengan Abhishek Bachchan

 

Setelah sudah dipastikan bermain BHARAT dengan Salman, kabarnya Chopra juga akan membintangi film Shonali Bose bersama aktor Abhishek Bachchan. Meski belum diketahui judulnya, film itu kabarnya diadaptasi dari kehidupan Aisha Chaudhary, seorang anak perempuan penderita fibrosis paru-paru yang berjuang menghadapi hidup.

 

Kalau Abhishek dan Chopra setuju, mereka berdua akan berperan sebagai orangtua dari karakter Chaudhary yang dalam kehidupan nyata sudah meninggal dunia pada 24 Januari 2015 saat berusia 18 tahun. Jika memang Chopra bersedia, maka ini akan jadi reuninya dengan Abhishek usai bermain di DOSTANA yang rilis 10 tahun lalu.

 

Mohammed Salah Meneruskan Dominasi Pemain Bola Muslim di Liga Inggris

Siapa yang sekarang tidak familiar dengan nama Mohammed Salah? Pesepak bola muslim ini telah sukses menjadi pemain terbaik Liga Inggris versi PPA dan hal itu lah yang membuatnya meneruskan dominasi pemain muslim pada Liga Inggri dalam 3 musim terakhir ini.

Rebut Gelar Pemain Terbaik Liga Inggris

Bintang jebolan Liverpool ini terpilih menjadi pemain Terbaik Liga Inggris pada musim ini mengalahkan pemain togel online dari Manchester City, Kevin De Bruyne. Kepastian salah satu pemain terbaik tahun 2017/2018 versi PFA (Asosiasi Pemain Sepak Bola) dalam acara penghargaan yang mana digelar pada hari Minggu (22/4) lalu di Grosbvenor House, London, malam hari waktu setempat.

“Selamat Mo Salah. Saya sebagai manajermu sangat bangga. Semua orang yang ada di Liverpool juga sangat bangga padamu. Sekali lagi, selamat,” ujar Juergen Klopp, manajer Liverpool.

Salah sendiri sudah sangat berprestasi sejak dirinya masuk ke kancah sepak bola internasional. Ia telah mencetak gol sebanyak 41 kali dari 46 penampilannya bersama dengan Liverpool musim ini. dan mantan winger dari Fiorentina dan AS Roma tersebut juga telah sukses membawa The Reds bisa melangkah ke semifinal Liga Champions pada musim ini/

“Terimakasih untuk rekan-rekan satu tim saya, trofi ini tak mungkin bisa saya raih tanpa bantuan mereka,” ungkapnya setelah ia menerima trofi.

Salah sendiri pasalnya bersaing dengan De Bruyne yang dianggap mempunyai peran vital untuk kesuksesan Manchester City bisa meraih Liga Inggris musim ini. pemain yang berasal dari Belgia tersebut tercatat menorehkan 7 buah gol dalam 33 laga Liga Inggris bersama dengan The Citizens.

Melihat peran penting dari kedua pemain ini, pantas saja apabila keduanya menjadi yang paling kuat untuk bisa meraih penghargaan pemain Terbaik musim ini. sementara itu, di posisi ketiga, ada Harry Kane, penyerang dari Tottenham Hotspur.

Dengan meraih penghargaan ini, maka Salah pun menjadi pemain asal Liverpool pertama sesudah Luis Suarez yang dinobatkan di musim 2013/2014.

Salah Teruskan Dominasi Pemain Muslim

Berkenaan dengan itu, layak jika dirinya menjadi pusat perhatian karena ia adalah pemain muslim yang menorehkan banyak prestasi. Ia bisa menyingkirkan nama-nama top lainnya selain yang di atas seperti David De Gea, David Silva, Lerroy Sane, dan yang lainnya.

Kesuksesan Salah ini lah yang menegaskan kembali dominasi pemain muslim di pemilihan ini dalam 3 musim terakhir ini. dua musim yang lalu, misalnya, gelar pemain terbaik Liga Inggris versi PFA juga dimenangkan oleh Riyad Mahrez. Saat itu, Mahrez menjadi salah satu bintang dari klub Leicester City yang mampu menjadi juara Liga Primer Inggris secara mengejutkan.

Sementara itu, pada musim ini, N’Golo Kante yang menjadi motor lini tengah Chelsea berhasil terpilih sebagai pemain yang berhak menyandang trofi itu.

Penampilan Salah di musim ini memang bisa dikatakan di luar prediksi banyak orang. Ia datang ke Liverpool sebagai pemain baru pada awal musim, dan bisa menjelma menjadi mesin gol Liverpool. Ia telah menyarangkan 31 buah gol juga, dan ini menyamai jumlah gol Liga Inggris untuk format 38 pertandingan yang ada. dengan catatan itu lah, Salah Cuma butuh 1 gol lagi untuk berdiri sendirian memegang rekor itu.

Meskipun ia gagal membawa Liverpool menjadi juara Liga Inggris seperti apa yang dilakukan Mahrez dan Kante ketika memenangkan penghargaan itu, Salah masih berpeluang membawa klubnya itu jadi jawara Liga Champions musim ini.

Indonesia Menerima Penghargaan World Interfaith Harmony 2018

Kabar menggembiarakan datang untuk Indonesian yang mendapatkan penghargaan World Interfaith Harmony Week 2018 atas adanya Pekan Harmoni Antar-Agama Dunia yang waktu itu digelar pada bulan Februari 2018. Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan oleh Raja Yordania yakni Abudllah II bin Al Hussein tepatnya di Istana, Huseeiniyah, Amman, pada hari Selasa (24/4).

Penghargaan Internasional

Penghargaan tersebut diterima oleh Pendeta Jacklevyn Manuputty, yang mana mewakili Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP), Prof. Dr. Din Syamsudin.

Andy Rachmianto, Duta Besar RI untuk kerajaan Yordania dan Negara Palestina, yang juga ikut hadir dalam upacara pemberian penghargaan itu, menyampaikan bahwasanya peranan Indonesia dalam hal membina kerukunan antar umat beragama di Indonesia sekarang ini telah menjadi sorotan dunia. Penghargaan ini pun diberikan sebagai bentuk apresiasi dunia atas pencapaian Indonesia.

“Indonesia dan juta Yordania bisa menjadi model penerapan pluralisme dan juga toleransi agama untuk banyak negara,” ungkap Dubes Andy.

Dirinya juga tak lupa mengimbau pemuka-pemuka agama serta masyarakat Indonesia untuk terus  mempertahankan kerukunan yang telah lama terjaga dengan baik. Ia juga meminta semuanya menularkannya pada generasi muda dan tentunya pada seluruh masyarakat di belahan dunia mana pun melalui perilaku bermasyarakat yang berdasarkan pada Pancasila.

Kekuatan kerukunan yang terjalin antar umat yang ada di seluruh dunia saat ini memang tengah diuji dengan banyaknya musibah yang sayangnya mengatasnamakan agama. Keragaman adalah hal yang mesti dilindungi oleh seluruh masyarakat di dunia khususnya Indonesia.

Sehingga kekuatan peran dari pemerintah dan juga masyarakat tentunya menjadi sangat penting sebagai alat untuk menjaga toleransi dan juga pluralisme dalam upaya menjunjung nilai-nilai kemanusiaan yang harmonis.

Tentang World Interfaith Harmony Week

World Interfaith Harmony Week atau WIHW ini pasalnya dibentuk berdasarkan Resolusi Majelis Umum PBB no. A/65/PV.34 guna menyelenggarakan minggu keselarasan antar agama yang ada di seluruh dunia.

Kegiatan yang diadakan dalam rangka WIWH ini dilaksanakan pada Februari tiap tahunnya dengan tujuan mempromosikan kerukunan umat gadispoker tanpa memandang dasar keimanan masing-masing.

Dalam pelaksanaanya pada tahun 2018 ini, juri-juri WIWH sendiri menerima sebanyak 88 aplikasi yang berhasil diseleksi dari 1.232 buah kegiatan dan akhirnya memutuskan 3 pemenang.

Tiga pemenang tersebut antara lain Interfaith Center of Melbourne dari Australia dengan kegiatannya yang bertajuk “Who and Where Are We in a Changing World?”. Kemudian, Indonesia berhasil meraih penghargaan kedua di mana Utusan Khusus Presiden untuk Dialog Kerjasama Antara agama dan Peradaban menggelar kegiayannya yang bertajuk Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kesatuan Bangsa dengan tema “Rukuh dan Bersatu, Kita Satu.”

Kegiatan yang mana dihadiri oleh sebanyak 450 tokoh lintas agama tersebut memiliki tujuan. Tujuannya adalah sebagai ajang sialturahim dan juga membahas seputar permasalahan kerukunan beragama yang ada di Indonesia. Solusi bersama, mencegah adanya konflik antar agama dan mengedepankan dialog yang bertumpu pada ketulusan, keterbukaan serta kejujuran untuk bisa menyelesaikan masalah adalah apa yang ingin dicapai oleh acara ini.

Adapun pemenang ketiganya dari acara World Interfaith Harmony Week 2018 yang digagas oleh Raja Yordania, Raja Abdullah II serta Pangeran Ghazi bin Muhammad ini diraih oleh Interfaith Glasglow, Inggris. Mereka mengadakan kegiatan dengan tajuk Friendship, Dialogue, Cooperation: Exploring Crucial Elements of Interfaith Harmony. Tentunya penghargaan ini bisa makin memantik semangat Indonesia agar terus membina kerukunan antar agama.